Sang Bintang Dewi Aminah

Dewi Aminah

Dewi Aminah, saat ini duduk dibangku kelas XI SMKN1 Karanggayam, Kebumen. Perempuan kelahiran Karanggayam 18 September 1999 ini menjalani masa Prakerin di Rumah Belajar Sangkanparan sejak pertenghan Januari dan berakhir di pertengahan April 2018.

Dalam kehidupanya, Dewi tak mengenal sosok ayah kandungnya. Kehidupanya sejak kecil dirawat oleh seseorang kakak dari ibu kandung Dewi (bu Dhe) yang ia panggil sebagai biyung. Sementara ibu kandungnya memilih meninggalkan Dewi dan kampungnya, bekerja di Ibukota dan menikah lagi. Ketika Dewi mulai menempuh pendidikan di SMP, sosok ibu yang ia panggil sebagai biyung ini akhirnya juga pergi meninggalkan kampungnya untuk bekerja di Jakarta.  Sejak saat itu Dewi dirawat oleh seorang bibi yang kemudian ia panggil dengan sebutan mamak. Jadi lengkap sudah Dewi memiliki 3 ibu yang ia panggil dengan sebutan Mamah (ibu kandung), Biyung (Bu Dhe) dan Mamak (Bibi). Sejak ia mulai menempuh pendidikan di bangku kelas X SMK, sang Mamak pun juga pergi dari kampungnya dan bekerja di Jakarta. Ketiga sosok perempuan yang ia gambarkan sebgai ibu dalam kehidupanya, semua pergi dari kampungnya, memilih bekerja di Ibukota. Dan Dewi saat ini masih bertahan di kampungnya menyelesaikan tugas sebagai seorang pelajar di SMK N 1 Karanggayam, Kebumen.

Dalam menjalani masa Prakerin di Sangkanaran, Dewi tak hanya mempelajari hal tentang multimedia, film dan desain grafis saja, namun juga teater. Dibimbing Dewi Kusumawati yang ia panggil dengan sebutan Nyak Dewi, Dirinya mencoba mendalami sebuah naskah berjudul SANG BINTANG yang ditulis oleh Whani Darmawan dalam Buku Kumpulan Naskah Monolog ‘Sampai Depan Pintu’. Proses yang ia jalani selama hampir 3 bulan ini berwujud pada Pementasan Teater Monolog di Pelataran Rumah Belajar Sangkanparan sebagai pengalaman yang pertama baginya.

Sementara, SANG BINTANG sendiri berkisah tentang seorang prempuan yang terobsesi menjadi bintang. Pergi meninggalkan kampungya tujuanya ke kota ingin hidup coba-coba. Proses kreatif yang dijalani oleh Dewi memang tergolong singkat. Namun melalui pertunjukan monolog kali ini, Dewi ingin mencatatkan pengalaman pertamanya pada tanggal 21 April 2018 tepat pada perayaan Hari Kartini.

Perjuangan Dewi mewujudkan pementasan monolog ini, dibarengi semangat Kartini yang juga menghadirkan cahaya dalam dunia pendidikan. Perjuangan Kartini, Dewi dan Sang Bintang terbalut menjadi satu rangkaian peristiwa budaya terpenting yang harus kita saksikan bersama.