1 Tahun Mengkaji Pustaka “Tumpengan”

Siang itu 23 Juni 2018 pukul 13.00 WIB para remaja dari berbagai komunitas hadir di Pelataran Rumah Belajar Sangkanparan di desa Tritih Lor, Kec Jeruklegi Cilacap. Mereka hendak merayakan syukuran 1 tahun Mengkaji Pustaka.

Mengkaji Pustaka, sebuah komunitas yang sejak 2017 intens bergerak di bidang literasi dengan mengisi aktifitasnya menggelar buku-buku di trotoar jalanan dengan tujuan mengajak masyarakat umum untuk membaca bersama. Rutinitas ini akhirnya dilaksanakann setiap sabtu malam dalam rangkaian acara Car free night di alun-alun Cilacap. Berbekal tikar dan bekas-bekas banner mereka menggelar buku-buku agar bisa dibaca bebas.

Alunan musik pembuka dari para komunitas mulai meramaikan acara. Satu per satu menampilkan beberapa karya meramaikkan gelaran syukuran yang diberi tajuk Aniversary 1 th Mengkaji Pustaka. Mulai dari Pena Pagi yang menyanyikan beberapa tembang musikalisasi puisi, lagu-lagu Balada yang dibawakan oleh Cahira Andhia Putri, Mondar-Mandir Band dengan lagu-lagu pergerakan sosial, Ruang Kelana & Khanif dengan lagu-lagu bertema lingkungan, Pembacaan Puisi oleh Hani Santana serta orasi Lingkungan yang dibawakan oleh Bagus dari Ighopala IAIIG Cilacap. Tak hanya itu, kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga menjelang maghrib diramaikan juga dengan aktifitas sablon cukil dan gelaran buku.

Upaya menggiatkan minat baca yang dilakukan komunitas Mengkaji Pustaka dalam satu tahun ini merupakan perjuangan yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukan oleh Budi Setyono, S, IP Pustakawan, dari Dinas Arsip, Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap yang memberi dukungan berupa buku-buku untuk menunjang kegiatan yang dilakukan komunitas Mengkaji Pustaka.

Moment mengharukan dalam kegiatan ini justru terjadi di akhir acara.  Tatkala Nevin Hanjuna, selaku pendiri komunitas Mengkaji Pustaka memanjatkan doanya sebelum potong tumpeng dan bancakan bersama. Melihat kehadiran adik-adik kecil dari desa Tritih Lor yag antusias megikuti kegiatan dari awal hingga akhir, serta semangatnya membaca buku-buku yang tersaji, Nevin menjadi terharu. Dirinnya merasa optimis, bahwa gerakan aktifitas membaca ini sejatinya harus dimiliki oleh anak-anak sejak usia dini. Maka dari itu Nevin memotong tumpeng dan memberikan potongan tumpeng tersebut kepada Shelly, yang hadir dalam acara tersebut.

“Saya merasa terharu, melihat antusias adik-adik di desa. Mereka membaca buku-buku seperti haus informasi. Semoga semangat mereka membaca tidak pudar.” ungkapnya sembari menikmati tumpeng yang di lengkapi dengan kluban dan sajian hasil bumi.

MENGKRITISI PERSOALAN LINGKUNGAN

Dalam kegiatan tersebut, Nevin Hanjuna berharap adanya keterlibatan seluruh komunitas untuk menyadari keberadaan komunitasnya sebagai perkumpulan yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Salah satunya yaitu mengritisi persoalan lingkungan. Membaca persoalan yang terjadi di Cilacap dengan maraknya pertumbuhan pabrik-pabrik dan alat berat yang membuat lingkungan di Cilacap semakin tercemar, nevin berharap komunitas di Cilacap dapat menyuarakan dan mengkritisi persoalan lingkungan dengan cara dan kreatifitasnya masing-masing. Komunintas musik, menyuarakan persoalan lingkungan dengan cara membuat lagu misalnya, begitu juga dengan komunitas perupa, menyuarakan lingkungan melalui seni rupa, begitu dan seteruusnya. Sehingga edukasi tentang pentingnya menjaga lingkuungan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s