SANG BINTANG Pentas di Kebumen

Rabu, 9 Mei 2018 saat langit mulai gelap, para pelajar dari SMK N1 Karanggayam dibantu pelajar Majenang sudah bersiap-siap membereskan tempat di Aula Ronggowarsito kampus STIE Putra Bangsa Kebumen. Yah, malam ini akan diadakan sebuah pementasan monolog berjudul SANG BINTANG. Pemenntasan Sang Bintang ini adalah pertunjukaan ke 2 setelah sebelumnya dipentaskan di Cilacap pada 21 April 2018 lalu. Pada pementasan ke 2 kali ini Sangkanparan bekerjasama dengan para pelaku seni di Kabupaten Kebumen seperti Sekolah Rakyat Melu Bae (SRMB), Dewan Kesenian Daerah Kab. Kebumen (DKD) dan juga Komunitas Kedung.

Acara dibuka dengan lagu-lagu balada ciptaan Chaira Andhi Putri. Sebuah lagu berjudul Senandung Dari Pesisir yang mengkisahkan perjuangan masyarakat di urut sewu menjadi lagu pembuka dalam pentas malam hari itu. Dilanjutkan lagu yang mengkisahkan keprihatinan masyarakat di Pekalongan terhadap meluapnya air hingga rumah-rumah di desa tergenang air selama 3 tahun, berjudul Nyanyian Bawah Air. Dan sebagai lagu terakhir dinyanyikalah lagu berjudul Balada Petani Negeri. Usai Chaira Andhia Putri menghangatkan suasana dengan lagu-lagu baladanya, Yuliono Inyong tampil dengan membawakan tarian lengger Banyumasan.

Tiba waktu yang dinanti, pementasan monolog berjudul Sang Bintang dimulai. Lampu mulai redup, musik dimainkan, Dewi Aminah hadir dipanggung membawakan kisah seorang perempuan yang terobsesi menjadi bintang. Perjalanan menjadi seorang bintang digambarkan dalam banyak hal, hingg pada akhirnya kebinntanganya justru menghancurkan hidupnya.

Kisah SANG BINTANG yang dibawakan dalam waktu kurang lebih 35 menit ini diangkat dari buku Kumpulan Lakon Monolog Sampai Depan Pintu karya Whani Darmawan. Naskah ini kemudian diwujudkan menjadi sebuah pementasan monolog yang disutradarai oleh Dewi Kusumawati.

Dewi Kusumawati memberikan kesempatan kepada Dewi Aminah untuk membaca naskah Sang Bintang. Kurang lebih hampir 3 bulan Dewi Kusumawati mengolah Dewi Aminah untuk memaham naskah tersebut, hingga berujung pada sebuah pementasan yang diselenggarakan tepat pada hari Kartini di pelataran Rumah Belajar Sangkanparan. Kemudian pada kesempatan selanjutnya SANG BIINTANG medapat kehormatan untuk dipentaskkan di Kebumen pada 9 Mei 2018.

Usai pementasan monolog SANG BINTANG, dibukalah sesi diskusi. Banyak kritik dan saran masuk menjadi motivasi bagi Sangkanparan. Berbagai pertanyaan muncul di temani segelas kopi dan teh menjadikan obrolan malam hari itu semakin hangat.

Pementasan Monolog SANG BINTANG di Kebumen sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pelaku seni di Cilacap dan Kebumen. Pitra Suwita salah satu seniman Kebumen menyampaikan bahwa “Kegiaatan berkesenian seperti halnya teater di kebumen ini sebenarnya banyak sekali terutama di sekolah-sekolah. Namun meski berjalan sendiri-sendiri juga terlihat ekslusif hingga terkadang terkesan sombong.” Ungkap Pitra yang juga pengelola Sekolah Rakyat Melu Bae (SRMB).

Sementara, Putut Ahmad Su’adi pekerja di teater Ego yang juga punggawa Dewan Kesenian Daerah Kab. Kebumen ini memandang teater dikalangan pelajar memiliki persoalan regenerasi atau keberlanjutan. “Para pelaku teater di sekolah ini kadang tidak punya regenarasi apalagi setelah lulus dari sekolah kadang tidak lagi berproses dalam dunia teater.” Ungkapnya. Putut berharap, jalinan silaturahmi antar pelaku seniman ini dapat terus berlanjut dalam berbagai hal tak hanya teater saja namun juga bentuk-bentuk kesenian yang lainya.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 200 peenonton ini berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Usai kegiatan, para pelajar didik Sangkanparan lantas membereskan semua peralatan. Keesokan harinya kembali ke Cilacap untuk melanjutkan aktifitas sehari-hari seperti biasa. “Kembali ke realitaaa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s