Pelajar Gombong Filmkan LENGGER LANANG

Rusmana saat di wawancarai pelajar

Siapa yang pernah mendengar Lengger Lanang? Ya, kisah tentang mbok Dariah maestro Lengger Lanang Banyumas tentu saja telah mewarnai berbagai media. Beliau (Dariah – alm) telah menjadi lengger lanang sejak puluhan tahun.

Tak jauh berbeda, Di Kebumen tepatnya di kecamatan Karanggayam, hidup seorang bernama Rusmana. Dia berprofesi sebagai Penari Lengger. Kehidupanya sebagai Lengger lanang ini sudah ia tekuni sejak tahun 1998. Kharisma Nur Khasanah pelajar SMK N1 Gombong menyempatkan waktu untuk memfilmkan kisah Rusmana sebagai Lengger Lanang.

7 April 2018, sore hari. Setiba di ruumah Pak Rusmana hujan mengguyur beitu derasnya. Para pelajr berteduh di emper rumah pak Rusmana sebelum akhirnya dipersilahan masuk. Mereka hendak merekam aktifits Lengger lanang. Malam harinya, para pelajar yang terdiri dari pelajar SMK N1 Karanggayam, SMK Muhmmadiyah Majenang, SMK Bhina Karya 1 Karanganyar dan SMK Darunnajah Banjarmangu ini bekerjasama membangun sett artistik untuk pertunjukan lengger. Obor dan lentera sudah disiapkan menyambut tarian Pak Rusmana yang berubah wujud menjadi penari lengger yang cantik jelita. Ya sebutan Lengger Lanang adalah sebutan bagi penari Lengger laki-laki.

Bagi Rusmana sendiri, aktifitas kesenian yang ia jalani hingga kini masih mendapat respon baik. Dirinya kerap ditanggap di beberapa acara seperti perniikahan, sunatan, peresmiian gedung atau acara-acara di hari khusus.

Produksi film dilaksanakn sejak tanggal 7 – 8 April 2018. Kharisma Nur Khasanah ingin mengangkat kisah Lengger Lanang di Karanggayam dalam filmnya dilatarbelakangi banyak remaja saat ini tidak begitu suka dengan kesenian tradisi seperti lengger, selain itu melalui filmnya Risma panggilan akrab Kharisma Nur Khasanah juga inigin mengabarkan bahwa di Kebumen ada banyak lengger lanang, tak hanya pak Rusmana.

Informasi mengenai Lengger lanang sebenarnya saat itu ingin ia gali bersama seorang narasumber yang sudah melakukan riset tetang Lengger Lanang beberapa waktu, namun sayang narasumber tersebut berhalangan hadir, hingga wawancara urung dilaksanakan. “Kami sudah menunggu beliau datang, karena udah janjian dateng ke rumah pak Rusmana jam 11.00 tapi ditunggu sampai jam 13.00 gak dateng-dateng.” Ungkap Risma sembari membenahi peralatan tuk melanjutkan perjalanan ke Giritirto persiapan film selanjutnya.

Produksi Film ini dilaksanakan pada masa Prakerin di Sangkanparan. Insan Indah Pribadi selaku pengelola Sangkanparran dan juga Sampurno Putro selaku manager program bagian pendidikan ikut serta mendampingi produksi film.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s