Hari Film Nasional, Diskusi dibawah Sinar Bulan

Layar Tanjleeb ddi Rumah Beljar Sangkanparan

Jumat malam 30 Maret 2018

Di pelataran rumah, sebuah layar terbentang. Beberapa film karya pelajar diputar. Perayaan Hari Film Nasional 2018 di Sanganparan berjalan begitu hangat. Dibawah sinar rembulan, para penonton yang baru saja menyaksikan film-film karya pelajar ini akhirnya mulai berdiskusi. Diskusi diawali dari merespon film-film yang baru saja di tonton. Ada 5 film karya pelajar yang diputar saat itu, yaitu KEHIDUPAN NELAYAN karya Tri Wahyuni (SMKN1 Cilacap), PENJAGA MAKAM KERKOF karya Nurul Masfiyah (SMKN1 Cilacap), PACUAN KUDA karya Yulini Afriyanti (SMKN1 Kebumen), SEGA PENGGEL karya Azizatun (SMKN1 Keebumen) dan LURUB MBAH LANCING karya Novi (SMKN1 Keebumen).

Film-film diatas adalah film karya pelajar yang dihasilkan selama mereka mengikuti program Prakerin di Sangkanparan. Selanjutnya beberapa pelajar yang saat ini sedang menjalani massa prakerin juga menceritakan beberapa hasil risetnya. Seperti halnya Nurohmah, pelajar SMK Muhammadiyah Majenang yang baru saja mendapatkan kisah seorang nenek yang hidup sebatang kara yang disibukan dengan aktifitas memungut sisa-sisa getah karet di perkebunan karet. Kemudian Alif, pelajar SMK Darrunajah Banjarmangu yang mendapatkan kisah seorang nenek yang pekerjaanya memecah batu koral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kisah-kisah ini kemudian mendapat respon dari beberapa peserta yang saat itu hadir dalam acara pemutaran film.

Yuda Adi Sasmitha, yang hadir bersama rekann-rekan dari komunitas Film Sing Eling Adipala ini turut merespon hasil riset para pelajar Sangkannparan. Menurutnya, kepekaan pelajar mengangkat kisah-kisah sosial dalam kehidupan disekitar mereka, sudah sepantasnya mendapat apresiasi. Dirinya siap terlibat untuk membantu jika dibutuhkan.”Saya siap membantu, untuk mendampingi adik-addik pelajar ini jika memang nantinya film ini akan di produksi.” Ujar Yuda.

Diskusi hangat terus berlanjut hingga larut malam. Satu persatu mulai berbagi kisah. Ada kisah tentang persahabatan, kisah tentang cinta, kisah tentang kehilangan, dan lain sebagainya. Bagi Insan Indah Pribadi, pengelola komunitas Sangkanparan, diskusi dan sharing semacam ini sudah seharusnya berjalan di Sangkanparan. Sebagai komuitas yang memfasilitasi pelajar dalam berkarya, asupan ide-ide kreatif untuk dikemas menjadi sebuah tayangan visual itu justru didapat dari hasil obrol-obrol santai semacam ini. “Ide cerita untuk film-film biasanya justru didapat dari ngobrol santai seperti ini. Sederhanaa, tiinggal di kemas dalam bentuk visual” ujar Insan

Acara malam hari itu selain diramaikan oleh para pelajar dari Kebumen dan Majenang, juga dihadiri oleh komuitas Sing Eling Adipala, komunitas penyiaran tv kabel, komuunitas mengkaji pustaka, dan para musisi Cilacap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s