PEMUTARAN FILM dan DISKUSI BANTARAN SUNGAI di TAMBAKREJA

Sebuah gedung Bulutangkis di jalan Semangka tiba-tiba ramai dihadiri para warga kelurahan Tambakreja Cilacap. Mereka semua hendak berdiskusi persoalan sampah dan sungai. Ya, kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 9 Maret 2018 malam itu diberi tajuk Pemutaran Film dan Diskusi Bantaran Sungai. warga hadir turut serta mendiskusikan banyak hal untuk mengatasi persoalan sampah di sungai.

Seperti diketahui, hingga kini perilaku masyarakat membuang sampah disungai masih saja terjadi. Tak hanya itu, banyak pula masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat buang air besar. Tentunya persoalan ini akan membuat lingkungan tempat tinggal kita menjadi kotor dan kumuh. Warga Kelurahan Tambakreja Cilacap yang hidupnya disekitar bantaran sungai banyak yang mengeluhkan persoalan ini. Terlebih soal sampah yang terbawa dari daerah lain dan menumpuk di wilayah mereka.

Dwi Agus Wahyudi selaku inisiator dari kegiatan ini berharap melalui kegiatan Pemutaran Film dan Diskusi Bantaran Sungai pada Jumat malam itu, diharapkan warga Tambakreja Cilacap memiliki gambaran tentang lingkungan yang asri dan indah untuk masa depan. “Kegiatan Pemutaran Film dan Diskusi pada malam hari ini sebagai stimulan untuk membangkitkan semangat warga, sekaligus mencari solusi terbaik mengatasi persoalan sampah di sungai gubed di wilayah Kelurahan Tambakreja Cilacap” ungkapnya.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh RT, RW dan Lurah, hadir pula Forum Komunitas Hijau (FKH), Komunitas Peduli Lingkungan Sungai (Koplings), Komunitas Sangkanparan, dan para pecinta lingkungan di wilayah Tambakreja Cilacap.

Beberapa film tentang upaya pengolahan sampah di sungai serta tata kota wilayah bantaran sungai menjai referensi pada malam hari itu. Ketua Komunitas Peduli Lingkungan Sungai (Koplings) Miswadi menjelaskan, harus ada keseriusan untuk mengatasi persoalan di sungai gubed. “Maka dari itu Koplings sangat serius ingin mewujudkan impian warga Tambakreja Cilacap, menjadikan daerah bantaran sungai Gubed menjadi wilayah yang bersih, rapih, sejuk dan indah.”

Di akhir sesi, Insan Indah Pribadi dari komuitas Sangkanparan menyampaikan, Alangkah baiknya, masyarakat Tambakreja Cilacap merekam seluruh aksi kegiatan dari awal, hingga nantinya benar-benar terwujud wilayah bersih seperti yang diharapkan. “Dokumentasi itu sangat penting untuk mengukur sampai sejauh mana kita telah melakukan sesuatu. Selain itu, dokumen tersebut tidak hanya disimpan, melainkan harus di publikasikan. Agar kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menular di berbagai tempat dan masyarakat di berbagai daerah bisa turut serta menjaga lingkunganya tetap asri. “

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s