AKSI BERSIH SAMPAH berwujud ECOBRICKS

Minggu, 04 Maret 2018 Rumah Belajar Sangkanparan yang terletak di Desa Tritih Lor RT. 01 RW.06 Jeruklegi Cilacap diramaikan dengan aktifitas para remaja dari berbagai komunitas. Mereka melakukan AKSI BERSIH SAMPAH. Kegiatan dilaksanakkan sejak pukul 08.00 WIB. Para peserta aksi mulai menyusuri desa, sembari menikmati suasana desa yang masih asri, mereka juga mulai mengumpulkan sampah-sampah plastik didalam karng yang mereka bawa, yang kemudian akan mereka olah menjadi Ecobricks. Para komunitas yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain : Forum Komunitas Hijau (FKH) , Gerakan Anti Sampah (GAS), Gerakan Citanduy Lestari, Gerakan Ecobrick Cilacap, Sekolah Alam Cilacap, Bank Sampah Mandiri, Komunitas Mengkaji Pustaka, Cilacap Punya Karya, dan juga para pelajar Prakerin Sangkanparan dari Kebumen, Majenang dan Banjarnegara.

Usai melakukan aksi pungut sampah, para peserta aksi ini berkumpul di halaman Rumah Belajar Sangkanparan. Satu per satu komunitas saling berbagi pengalaman. Sembari berdiskusi dan sharing pengalaman, para peserta mulai melakukan aktifitas membuat Ecobricks. Aris Sukoco salah satu pemrakarsa kegiatan Ecobricks di Cilacap menjelaskan, bahwa Ecobricks ini adalah sebuah upaya penyelamatan bumi dari ancaman sampah plastik. Kita ketahui, bahwa sampah plastik tidak bisa membusuk, bahkan hingga ratusan tahun lamanya. “Hal ini tentu saja akan mengganggu keberlangsungan ekologi lingkungan. Dengan membuat Ecobricks ini kita bisa turut serta membantu menyelamatkan bumi dari sampah plastik.”ungkapnya. Sementara itu, Ecobricks sendiri dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti halnya menjadi dinding/sekat, diolah menjadi bangku, atau bahkan dapat diolah menjadi bangunan. Diskusi yang hangat ini menjadi semakin meriah dengan suguhan hasil bumi, singkong, ketela, kacang dan pisang dan alunan musik akustik dari para komunitas yang hadir saat itu.

Slamet Riyadi, selaku ketua Forum Komunitas Hijau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara ke 2 penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Selain itu, tak sedikit satwa / binatang yang mati karena sampah plastik. “Kegiatan yang dilaksanakan saat ini, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungannya tetap bersih dari sampah plastik.”  Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s