DAYA KARYA – Art Camp Film Dokumenter

Sedikitnya 16 pelajar yang berasal dari Karanggayam, Karanganyar, Majenang, Ajibarang, Banjarnegara dan Purwokerto tengah mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan film dokumenter bertajuk DAYA KARYA – Art Camp Film Dokumenter di Dieng. Kegiatan yang di prakarsai oleh Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Pemprov Jawa Tengah ini dilaksanakan selama 5 hari. Mulai tanggal 9 Februari sampai tanggal 13 Februari 2018. Dengan menggandeng komunitas Sangkanparan sebagai pelaksana tekhnis dalam kegiatan tersebut. Lokasi Pelatihan diadakan di Hotel Larasati komplek wisata Dieng, perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo.

Kegiatan dibuka oleh Hendrawan Purwanto, S. STP Kasi Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Disporapar Jateng tepat pukul 14.00 WIB pada hari Jumat 9 Februari 2018. Dalam sambutanya, Hendrawan menjelaskan kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah khususnya wilayah Dieng dan sekitarnya.

Pada hari pertama, para peserta mendapat materi Penggalian Ide dan Penulisan, yang disampaikan oleh Insan Indah Pribadi, kemudian disambung materi Pengenalan Kamera dan Tekhnik Pengambilan Gambar oleh Teguh Rusmadi, Lalu materi Penyutradaraan oleh Nur Hidayatul Fitria. Menjelang Maghrib peserta dibagi menjadi 2 kelompok. Muslihan dan Sampurno Putro memberikan pengarahan dan tugas kepada para peserta. Malam harinya, para peserta mendapat materi tentang pemahaman Bahasa Gambar, oleh Dinaryanto.

Tiba di hari ke 2, Para peserta sudah siap untuk melakukan riset. Setiap kelompok terdiri dari 8 orang. Kelompok pertama melakukan riset di wilayah SiKunir, kemudian kelompok dua melakukan riset di wilayah Candi Arjuna. Kegiatan riset berlangsung sampai pukul 13.00 WIB. Didampingi oleh para mentor dari Sangkanparan. Setibanya di tempat penginapan, para peserta kemudian membahas hasil riset mereka. Ada yang bercerita tentang kehidupan seorang pengamen, ada yang bercerita tentang kehidupan seorang fotografer di wilayah candi Arjuna, ada pula yang menjumpai hal-hal baru di wilayah SiKunir, Telaga Cebong, dan lain-lain. Kemudian sore harinya mereka mendapat materi Editing oleh Kak Nur Muhammad Iskandar. Materi editing ini adalah materi yang paling lama. Karena materinya berlanjut hingga malam hari pukul 21.00 WIB.

Di hari ketiga, tepatnya 11 Februari 2018. Para peserta kembali beraktifitas. Pukul 04.00 WIB kelompok dua sudah melakukan perjalanan ke atas bukit SiKunir. Sementara kelompok satu baru mulai produksi pukul 06.30 Wib. Mereka mulai memproduksi film sesuai dengan treatmen yang sudah dirancang di hari sebelumnya. Produksi berlangsung hingga para peserta kembali ke penginapan dan langsung melakukan proses editing.

Retno Oktaviani salah satu pelajar yang berasal dari Majenang bercerita tentang pengalamanya menjadi sutradara dalam kegiatan tersebut. Dirinya mengikuti aktifitas Wahyudi seorang petani yang menyempatkan waktu luangnya berdandan layaknya wayang wong. Dirinya kemudian mangkal di Candi Arjuna, sebuah objek wisata di wilayah Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Wahyudi menunggu para pengunjung untuk berfoto bersama dirinya. Aktifitas Wahyudi ini kemudian diangkat menjadi sebuah film oleh Retno Oktaviani. “Kegiatan yang dilakukan oleh mas Wahyudi ini termasuk kegiatan ekonomi kreatif yang dilaksanakan di wilayah Candi Arjuna” ungkap Retno pelajar SMK Muhammadiyah Majenang.

Tiba di hari ke 4, para peserta mulai berjalan-jalan di berbagai tempat wisata. Mereka merekam berbagai tempat wisata yang ada di Dieng. Diantaranya Telaga Warna, Kawah Sikidang, Plateau Theater, dan Wilayah Perkebunan Carica. Nantinya hasil rekaman mereka akan berbentuk vlog wisata ala remaja masa kini.

Kegiatan berakhir di hari ke 5. Dan sudah bisa digambarkan hasil dari kegiatan DAYA KARYA ini berupa 3 film documenter dan 4 buah Vlog Wisata.

Insan Indah Pribadi selaku pelaksana tekhnis dalam kegiatan Art Camp Film Dokumenter ini berharap dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan film documenter ini menumbuhkan motivasi serta kepedulian remaja masa kini untuk sama-sama mengangkat potensi yang ada disekitar mereka. “Melalui media film, remaja diajak untuk merespon dan mengangkat potensi ekonomi kreatif yang ada disekitar mereka.” Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s