5 karya Anak didik Sangkanparan Raih Penghargaan FFPJ 2017

foto bersama usai menerima penghargaan

Selama bertahun-tahun komunitas Sangkanparan yang berlokasi di Cilacap ini, dijadikan tempat bagi para pelajar di wilayah Jawa Tengah untuk belajar berbagai hal tentang multimedia. Banyak pelajar dari berbagai daerah seperti Kawunganten, Majenang, Kebumen, Karanggayam, Gombong, bahkan Pekalongan menimba ilmu dunia sinematografi di Sangkanparan. Melalui kegiatan Program Prakerin, Sangkanparan melahirkan banyak sineas muda dari kalangan pelajar. Tak sedikit pula karya-karya hasil anak didik Sangkanparan yang mendapat penghargaan di berbagai ajang festival film di Indonesia. Dan tak sedikit pula pelajar yang akhirnya mendapat beasiswa atas prestasi yang telah dicapai tersebut.

Seperti baru-baru ini, tepat di tanggal 16-17 Desember 2017 Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) yang menginjak tahun ke-8 ini menjadi ajang apresiasi dan kompetisi film para pelajar se-Indonesia. Banyak karya yang masuk, tak hanya dari Jawa tapi juga dari NTT, Lampung, Kalimantan, Jakarta, Bali, dan lain-lain.

Kegiatannya dilaksanakan di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta. Selain kegiatan pemutaran film, gelaran FFPJ juga menghadirkan diskusi-diskusi khusus antar pelajar, temu komunitas, seminar, kelas dan pemberian penghargaan (Awarding).

Pada kesempatan kali ini FFPJ 2017 memberikan 15 kategori penghargaan kepada para filmmaker pelajar. Penghargaan ini diberikan khusus kepada film-film yang memiliki tema khusus dan kekuatan dari sudut pandang yang disampaikan. Bersyukur banyak film karya anak didik Sangkanparan yang mendapat penghargaan dalam ajang tersebut.

Seperti halnya Film berjudul Gado-Gado dan Kopi Hitam karya Reza Khoirul Azizy pelajar SMK Muhammadiyah Majenang, Cilacap yang mendapat penghargaan Garuda Award persembahan Rumah Garuda Yogyakarta. Garuda Award diberikan kepada film yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta praktiknya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah dan sekitarnya, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara.

 

Kemudian video klip musik berjudul Nyanyian Dari Pesisir, yang visualnya digarap oleh Rouf Fatoni dan M Syafiqurohman pelajar SMKN1 Karanggayam ini mendapat penghargaan Gending Award, penghargaan yang diberikan untuk Video Musik Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta visualisasi gambar yang utuh. Penghargaan ini dipersembahkan oleh Perkumpulan Simponi Jakarta.

 

Lalu film berjudul ROB, sutradara Fatimatuz Zahra pelajar SMKN2 Pekalongan meraih Wibisana Award, sebuah penghargaan yang diberikan untuk Film Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, dan keberpihakan yang jelas terhadap kelompok ter[di]pinggirkan. Penghargaan ini dipersembahkan oleh Rumah Dokumenter Klaten.

 

Film berjudul Tugu Peringatan, yang disutradarai oleh Fiqi Laelatul Azizah pelajar SMK Darunnajah Banjarmangu, Banjarnegara berhasil meraih 2 penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut yaitu Jas Merah Award, penghargaan yang diberikan untuk Film Fiksi dan Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang sejarah, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Penghargaan ini dipersembahkan oleh WatchDoc Production Jakarta. Dan penghargaan Merapi Award, penghargaan yang diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang kekayaan sumber daya alam dan lingkungan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Penghargaan ini dipersembahkan oleh Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

 

Sementara untuk kategori SD ada video berjudul DAMAI ITU INDAH karya Prana Ramadania dari SD PIUS Cilacap yang meraih penghargaan Yudhistira Award, sebuah penghargaan yang akan diberikan untuk video pendek terpilih tingkat SD/MI/setara, yang menyampaikan ide, pendapat atau cerita tentang persahabatan dan perdamaian di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitarnya. Penghargaan ini dipersembahkan oleh Sanggar Anak Akar Jakarta.

 

Para sutradara muda didikan Sangkanparan tersebut diatas hadir turut serta dalam rangkaian acara FFPJ 2017 dari awal hingga pemberian penghargaan berlangsung. Mereka menyempatkan waktu berbagi serta bertukar pikiran dalam ajang yang dilaksanakan satu tahun sekali itu.

 

Seperti halnya Prana Ramadania, peserta dari SD PIUS Cilacap yang mengikuti semua sesi dalam gelaran FFPJ menyatakan kebahagiaanya bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut acara Festival Film di Jogja, jadi banyak kenal mbak-mbak dari berbagai daerah di Indonesia. Tapi untuk teman seumuran SD masih belum banyak, karena festival ini lebih banyak dihadiri oleh pelajar SMA/SMK.” Ungkapnya.

 

Sementara itu, Insan Indah Pribadi selaku founder Sangkanparan berharap kepada para pelajar yang mendapat penghargaan dalam ajang FFPJ 2017 untuk tidak mudah merasa puas dengan hasil yang didapat. “Ini sebuah kebahagiaan yang luar biasa, mendapat penghargaan dalam ajang Festival Film tingkat Nasional. Namun demikian saya berharap teman-teman pelajar tetap memiliki semangat untuk berkarya dan melahirkan sesuatu yang lebih baru lagi.”

Selain itu, Insan juga berpesan agar hubungan silaturahmi antara filmmaker dan narasmber yang diangkat dalam film harus tetap terjalin. “Jangan pernah memutus hubungan silaturahmi kepada subjek yang kamu angkat dalam film. Ketika filmu mendapat penghargaan, maka sebenarnya ini adalah keberhasilan bersama, bukan hanya milik seorang sutradara” ungkap Insan di depan para pelajar yang saat itu hendak berfoto bersama.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s