Workshop Pembuatan Film Dokumenter bertema Cagar Budaya

Workshop Pembuatan Film Dokumenter bertema Cagar Budaya yang diselenggarakan sejak tanggal 20 – 25 November 2017 akhirnya usai. Kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya 17 pelajar yang berasal dari berbagai sekolah seperti SMK N1 Cilacap, SMK Dr. Soetomo Cilacap, SMKN Nusawungu, MA Ya Bakii Kesugihan dan SMK Muhammadiyah Majenang ini menghasilkan 5 film documenter pendek bertema Cagar Budaya.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja bareng antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cilacap dan Sangkanparan. Dilaksanakan selama 5 hari di markas Sangkanparan yang baru yaitu di Jl. Nusa Indah RT.01 RW.06 Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kab. Cilacap.

Di hari pertama (20 November), Para pelajar ini mendapat materi tentang Cagar Budaya. Materi ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Cilacap Bpk. Sugito, S.Pd, SIP. Dalam pengantarnya, Pak Sugito yang terkenal asik dalam menyampaikan cerita menyatakan bahwa bangunan atau benda bisa dinyatakan sebagai cagar budaya bila telah berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah. “Jadi nanti kalau kalian semua menikah dan usia suami sudah mencapai lebih dari 50 tahun, bukan berarti suamimu itu termasuk Cagar Budaya lho ya !” ungkap pak Sugito sambil bercanda dihadapan para pelajar yang menyimak materi pagi itu.

Selain materi tentang cagar budaya, para pelajar yang mengikuti workshop juga mendapat pembekalan lain seperti penyutradaraan, penulisan, pengenalan kamera & tekhnik pengambilan gambar serta management produksi. Untuk Kelas Penyutradaraan, Sangkanparan mendatangkan pemateri Nur Hidayatul Fitria, seorang mahasiswa jurusan FFTV (Fakultas Film dan Televisi) – IKJ (Institut Kesenian Jakarta) serta untuk Kelas Pengenalan Kamera dan Tekhnik Pengambilan Gambar diisi oleh Teguh Rusmadi seorang ahli multimedia yang saat ini mengelola program di sebuah stasiun tivi kabel Cilacap. Sementara untuk penulisan, management produksi dan editing disampaikan langsung oleh presiden Sangkanparan Insan Indah Pribadi. Hari pertama, merupakan hari yang berat bagi para peserta workshop. Karena di hari pertama ini, para peserta diminta membentuk kelompok untuk menuliskan ide ceritanya. Ada 5 lokasi cagar budaya yang akhirnya mereka angkat dalam film documenter mereka. 5 Lokasi itu diantaranya Kawasan Gunung Jambu di kecamatan Wanareja, Watu Lingga di daerah Sidareja, Pasemuan Rumah Adat di Adipala, dan Klenteng Lam Tjeng Kiong serta Benteng Pendem yang ada di Cilacap.

Untuk pelaksanaan produksi film dilaksanakan selama 3 hari, sejak tanggal 21-23 November 2017. Para pelajar mempraktekan langsung pelajaran yang ia dapatkan di hari sebelumnya. Ada yang menjadi sutradara, ada yang menjadi kameraman, ada yang menjadi soundman, ada juga yang menjadi tim art. Kegiatan produksi film ini juga didampingi para mentor dari Sangkanparan. Nur Hidayatul Fitria, Teguh Rusmadi dan Tofik Suseno senantiasa mendampingi para pelajar saat praktek dilapangan.

 

Editing Film (24 November)

Usai berkeliling dari satu tempat ke tempat lainya mengulas berbagai cagar budaya, tiba di hari selanjutnya para pelajar harus menyusun hasil shooting tersebut. Kegiatan edit film bersama ini dilaksanakan di markas Sangkanparan. Para pelajar mempraktekan langsung cara menyusun gambar-gambar menjadi bentuk film sesuai dengan scenario yang mereka buat sebelumnya.

 

Hasbi Lukman Mashur pelajar MA Ya Baki Kesugihan merasa senang bisa menjadi peserta dalam workshop pembuatan film kali ini. Pengalaman pertamanya ini ia gunakan sebaik-baiknya. Dirinya mencoba mengulas sejarah rumah adat di desa Adiraja, Adipala. “Saya senang bisa ikut workshop ini, selain bisa belajar bikin film, juga belajar sejarah.” Ungkap Hasbi.

Insan Indah Pribadi selaku programmer dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter ini berharap kegiatan ini bisa memotivasi para pelajr di Cilacap dan sekitarnya agar mau menjaga kelestarian bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Cilacap. “Di Cilacap banyak sekali bangunan atau benda bersejarah yang usianya lebih dari 100 tahun. Kalau anak muda jaman sekarang tidak mau melestarikanya ya lama-kelamaan bangunan atau benda tersebut pasti akan hilang.” Tuturnya.

Rencananya beberapa film hasil dari workshop ini akan diputar keliling di berbagai daerah di Cilacap dan sekitarnya. Agar masyarakat dan anak mudanya bisa memahami makna pentingnya bangunan bersejarah untuk dijaga dan dirawat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s