Ulasan Produksi Dokumenter Pelajar (Kuncen Makam Belanda)

Ditulis oleh : Novia Istrianingsih (SMKN1 Kebumen)

Rabu, 20 September 2017 pelajar SMK Negeri 1 Cilacap melaksanakan produksi film yang ke-4 yaitu tentang “Kuncen Makam Belanda (Kerkof)” yang disutradarai oleh Nurul Masfiyah. Film ini menceritakan tentang keseharian Pak Siman sebagai Kuncen Makam Kerkof dan juga saat beliau berada di rumah bersama istrinya yang bernama Bu Paisah. Kita mulai melakukan persiapan shooting pada pukul 04.00 karena rencana awal, kita mulai shoot dari pukul 05.00 namun ternyata ada halangan. Pak Siman yag pekerjaannya melaut belum pulang dari aktifitasnya melaut, jadi shooting diundur hinggga pukul 14.30 WIB dan mulai proses shooting pada pukul 15.00 WIB di lokasi pertama yaitu Makam Kerkof. Shoot pertama kita mengambil gambar suasana pemkaman Belanda, tak laama kemudian datang seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di Makam Kerkof. Pak Siman yang sedang membersihkan area pemakaman datang menghampiri mahasiswa tersebut, dan membantu melakukan proses penelitian dengan menunjukkan makam yang sudah mulai rusak dan tidak terawat dan juga menceritakan makam para tentara Beland yang ada di tempt itu.

Pak Siman juga menyampaikan harapannya untuk makam Kerkof agar lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sekitar puku 17.00 WIB kita mengambil shoot Pak Siman pulang ke rumah, dilanjutkan dengan shoot di rumah pak Siman bersama Bu Paisah. Karena lokasi makam dan rumahnya pak siman dekat jadi kami jalan kaki. Di rumah Pak Siman kita mengambil adegan Bu Paisah sedang memasak dan mempersiapkan makan. Kemudian pak Siman dan bu Paisah makan bersama. Pada adegan ini sang kameramen, Usman Zulkifli harus mengambil gambar dari bawah meja dan Tim Art yang harus menerangi bu siman yang sedang shoot memotong sayuran dengan menggunaan lampu emergency  karena hari sudah gelap dan penerangan tidak memadai.

Saat santai di depan TV pak Siman menyampaikan tentang pekerjaan sampingannya selain menjadi kuncen yaitu menjadi nelayan yang kadang hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bu Paisah juga bercerita tentang pekerjaannya sebagai Baby Sitter, dirinya bercerita kalau sudah tua dan badannya sudah tidak kuat seperti dulu sedangkan anak yang diasuh oleh bu Paisah tidak bisa tidur jika belum digendong oleh bu Paisah. Pukul 20.30 WIB kita selesai shooting dan dilanjutkan pulang ke markas untuk makan malam dan setelah itu evaluasi  sampai pukul 22.00 WIB setelah selesai evaluasi kita semua istirahat. Begitu cerita produksi ke-4 tentang Kuncen Makam Belanda. Semoga tulisan yang saya buat ini bisa menjadi bacaan yang menghibur yaa. Terimakasih sudah mau membaca dan merasakan keseruan kita produksi film.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s