Catatan Produksi Dokumenter Pelajar Cilacap (Tentang Nelayan)

Ditulis oleh : Yulini Afriyanti (Pelajar SMKN1 Kebumen)

Halo teman-teman, saya mau cerita nih. Waktu itu saya mendapat kesempatan bergabung dalam tim produksi film pelajar SMKN1 Cilacap. Saya diberi tugas sebagai tim sosmed. Tugasnya itu antara lain memotret aktifitas teman-teman dan kemudian diunggah di sosial media. Yaa sekedar mengabarkan kepada masyarakat umum, bahwa hari itu pelajar Cilacap sedang melaksanakan aktifitas shooting menyooting gitu.. hehehe. Nah ini salah satu tulisan yang saya buat, mengulas tentang aktifitas mereka. Kalo tulisanya berantakan, harap maklum ya, namanya juga belajar nulis.

Rabu, 6 September 2017 pelajar SMK N 1 Cilacap memulai produksi film dokumenter. Ada 3 film yang akan digarap oleh mereka. Film pertama menceritakan tentang kehidupan nelayan di Cilacap, film kedua mengupas tentang kehidupan kuncen di makam Belanda, film ke tiga tentang kuliner khas Cilacap Brekecek dan yang selanjutnya adalah tentang wisata Cilacap. Film yang mengangkat kisah tentang kehidupan nelayan ini disutradarai oleh Tri Wahyuni pelajar dari SMK N 1 Cilacap.

Pagi masih terlihat gelap, para kru dengan segenap peralatan tempurnya sudah siap di teras Sangkanparan. Setelah meneguk teh hangat, para kru berangkat kepantai Teluk Penyu mengambil gambar suasana pantai dan aktifitas nelayan pada pagi hari. Kapal-kapal berjajar, angin pantai di pagi hari terasa sangat dingin hingga menembus pori-pori.

Sekitar pukul 09.00 WIB kami menuju gudang tempat penyimpanan ikan untuk melakukan wawancara kepada Pak Sarjono selaku Ketua HNSI Cilacap. Selain bercerita tentang kondisi nelayan di Cilacap, beliau juga menuturkan persoalan tentang program asuransi dari pemerintah. Menurutnya, dengan program asuransi dari pemerintah ini, para nelayan menjadi terbantu, karena dalam melaksanakan aktifitasnya para nelayan ini mengorbankan jiwa dan raganya ditengah lautan lepas, oleh sebab itu asuransi menjadi perlindungan utama bagi para nelayan. Namun demikian, ada kendala yang dihadapi oleh sebagian nelayan, yaitu persoalan usia. Karena program asuransi tersebut tidak diperuntukan untuk nelayan yang berusia diatas 60th.

Pak Saimin salah satu nelayan sepuh yang berusia diatas 60 tahun yang masih melaut dan tidak memiliki asuransi menuturkan bahwa “Sebagian nelayan di cilacap yang berusia diatas 60 tahun masih banyak yang aktif bekerja dilaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sayangnya mereka tidak bisa mengakses program asuransi tersebut.”

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.00 WIB kami kembali menuju basecamp untuk istirahat, makan siang dan juga menjalankan ibadah. Setelah waktu istirahat berakhir kami melanjutkan produksi film dengan mewawancarai beberapa narasumber dan mengambil gambar suasana sore di beberapa kampung nelayan di Cilacap.

Kegiatan produksi film dokumenter pelajar SMKN1 Cilacap dibantu oleh beberapa pelajar dari SMKN1 Kebumen, SMKN1 Karangayam dan SMK Muhammadiyah Majenang. Mereka semua sedang menjalankan program Prakerin di Sangkanparan. Sementara untuk sarana dan prasarana produksi film disuport sepenuhnya oleh Sangkanparan. Kegiatan ini juga didampingi oleh para mentor dari Sangkanparan. Kak Nur Muhammad Iskandar mendampingi kami dalam hal teknis, sementara Babeh Insan Indah Pribadi mendampingi kami untuk persoalan penyutradaraan dan menegement produksi.

Aktifitas produksi film pada tgl 6 September 2017 diakhiri dengan pengambilan gambar di pelabuhan Seleko Cilacap. Matahari terbenam memantulkan cahaya keemasan di laut lepas. Terlihat perahu-perahu nelayan pulang melintasi cahaya matahari yang masih berkilau.

 

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s