Film Pelajar Cilacap, Raih Penghargaan di Bandung

Reza dan Dwi berpose di panggung BDFF

Film berjudul COET, karya Reza Khoirul Azizy dan PENAMBANG PASIR CITANDUY, karya Dwi Novita Sari keduanya pelajar SMK Muhammadiyah Majenang. Dan film berjudul KAMPUNG GOPLE karya Hestika Sari pelajar SMKN1 Karanggayam serta film berjudul KETHEK garapan Agustina Nurtika pelajar SMKN1 Kebumen masuk menjadi nominasi pada gelaran BANDUNG DOCUMENTARY FILM FESTIVAL #1. Dari 5 film yang masuk menjadi Nominasi dalam gelaran BDFF tersebut, 4 diantaranya adalah karya anak didik Saangkanparan. Sedangkan film lainn yang masuk menjadi noomnasi dalam ajang tersebut adalah KENAPA HARUS BANDUNG karya pelajar Bandung.

Ajang BDFF #1 yang baru pertama kali digelar ini memberikan penghargaan kepada para filmaker untuk kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum.

Dalam gelaran BDFF ini para pelajar didikan Sangkanparan yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut adalah Dwi Novita Sari dan Reza Khoirul Azizy didampingi 3 gurunnya dari SMK Muhammadiyah Majenang. Mereka mengikutii serangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Bandung.

Pada tanggal 29-30 Agustus 2017, film-film yang masuk menjadi nominasi diputar di G. Majestic, jl. Braga Bandung. Sementara Penganuugerahan Film Terbaik diilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2017 pukul 09.00 WIB di Hotel Savoy Homan Bandung.

Film KENAPA HARUS BANDUNG karya pelajar Bandung diganjar penghargaan Film Terbaik kategori pelajar. Tak hanya itu, film PENAMBANG PASIR CITANDUY karya Dwi Novita Sari (SMK Muhammadiyah Majenang) mendapat penghargaan Kameramen Terbaik dan Editor Terbaik kategori pelajar. Dan Flm berjudul KETHEK Karya Agustina Nurtika (SMKN1 Kebumen) mendapatkan penghargaan Film Terfavorit.

Reza Khoirul Azizy menyatakan kebahagiaanya hadir dalam ajang BDFF. Dirinya hadir selaku sutradara film COET, namun dirinya mendapat penghargaan sebagai Kameramen Terbaik dalam film Penambang Pasir Citanduy. “Yaa, kameramen di film Penambang Pasir Citanduy itu Reza, jadi ini penghargaan untuk Reza sebagai kameraman terbaik” tutur Dwi sembari berfoto berssama di panggung BDFF #1 2017.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s