Pelajar Pekalongan Belajar Sablon Cukil

Ditulis oleh : Irva Febriani

suasana di teras sangkanparan

Sablon cukil adalah suatu proses pembuatan gambar atau hiasan pada papan kayu dengan cara mengukir kayu tersebut dengan pahat, bagian yang tidak dicukil akan tetap sejajar dengan permukaan aslinya, hasilnya akan terlihat hitam atau sesuai dengan warna tinta yang dipakai. Teknik cukil sendiri bisa digunakan pada desain kaos, salah satu contohnya pada kegiatan kita kali ini,Rabu 12 april 2017 kita pelajar SMK N 2 Pekalongan membuat karya seni rupa cukil untuk desain kaos di TBM Sangkanparan yang kita awali dengan menggambar diatas papan kayu. Karena baru pertama kali kita membuat sablon cukil ini, jadi gambarannya pun masih terlihat kaku dan hasilnya pun terkesan unyu.

Setelah sekitar 1 jam menyelesaikan gambar, kita mencoba memahat pola yang ada digambar dengan menggunakan pisau cukil. Tak jarang diantara kita yang hampir terkena pisau cukil tersebut karena tak sabar mencukilnya , walaupun sebenarnya kita tahu proses ini harus dilakukan dengan seteliti mungkin karena dapat berpengaruh besar terhadap hasil cukilan.

Saat itu waktu menjelang sore , kita memutuskan menyudahi kegiatan tersebut dan dilanjutkan besok pagi. Proses mencukil yang kita garap selama 3 hari ini tidak membuat semangat kita menurun untuk menyelesaikan sablon cukil. Begitu juga dengan langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan proses pengerolan dengan tinta. Namun sebelum melakukan pengerolan kita harus menyiapkan kaos polos untuk tempat mencetak hasil cukilan kekaos tersebut. Setelah semua alat dan bahan ada, kita memulai rol gambar dengan tinta sampai tintanya tersebut merata digambarnya. Karena jika tinta yang dirol tidak merata pada papan kayu maka setelah dicetak dikaos akan terlihat tipis dan terkesan tidak rapi.

Ketika kita merasa bahwa hasil rol sudah baik maka kita segera mencetakknya dikaos dan menginjak-injak papan kayu kurang lebih 10 menit. Proses penginjakan tersebut tidak dilakukan secara menetap saja namun secara keseluruhan. Dan proses melepasnyapun kita lakukan dengan hati-hati agar tintanya tidak mengenai bagian lain. Proses sablon cukil yang terakhir yaitu dengan menjemur kaos agar dapat digunakan dengan nyaman. penjemuran kaos tersebut kita lakukan selama 2 hari itupun belum sepenuhnya kering karena setiap anak dari kita memang berbeda hasilnya dikarenakan kurang tebalnya tinta pada proses pengerolan.

Itulah kegiatan kita yang terkait dengan teknik cukil, Membuat karya seni rupa secara manual memang jarang diminati oleh anak anak zaman sekarang. Maka dari itu kegiatan kita kali ini selain bertujuan membuat karya yang baik tetapi juga dapat membangun semangat generasi muda agar tidak terlalu dimanjakan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini.

*sangkanparan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s