(Lagi) Anak didik Sangkanparan Raih Dokumenter Terbaik

Dewi Menerima Penghargaan di MafiFest (15/4)

Komunitas Sangkanparan sebagai wadah kreatif para pelajar di wilayah Cilacap dan Jawa Tengah ini selalu lahirkan sineas berprestasi dari kalangan pelajar. Hampir tiap tahun karya-karya pelajar didikan komunitas Sangkanparan ini mewarnai berbagai ajang Festival Film di Indonesia dan tak sedikit pula yang mendapat penghargaan dalam ajang Festival Film yang diselenggarakan di Indonesia. Bahkan beberapa diantara mereka adapula yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Film Dokumenter berjudul URUT SEWU BERCERITA kembali raih penghargaan. Setelah sebelumnya mendapat penghaargaan sebagai Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2016 kini film tersebut diganjar sebagai film Dokumenter Terbaik pada perhelatan Awarding Night 15 April 2017 dalam ajang MALANG FILM FESTIVAL (Mafi Fest). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di Universitas Muhammadiyah Malang ini memberikan penghargaan kepada para sineas dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ada 4 peraih penghargaan dalam kegiatan Mafi Fest pada tahun ini. Diantaranya adalah : Film dengan judul “Sedeng Sang” karya Mohammad Reza Fahriansyah raih penghargaan Film Fiksi Terbaik kategori Mahasiswa, film berjudul”Uncle S” karya Panca Rafel & Bayu Prabowo raih penghargaan Film Fiksi Terbaik kategori pelajar. Kemudian film berjudul “Immadudin” karya Amanda Paramitha raih penghargaan Dokumenter Terbaik kategori mahasiswa, serta film berjudul “Urut Sewu Bercerita” karya Dewi Nur Aeni dari SMKN1 Kebumen raih penghargaan Dokumenter Terbaik kategori pelajar. Ada 2 film Dokumenter karya pelajar Kebumen yang turut meramaikan gelaran Mafi Fest tahun ini. Selain film Urut Sewu Bercerita, ada juga film berjudul Kethek karya Agustina Nurtika, yang masuk sebagai nominator dalam event Mafi Fest ini. Film ini menceritakan tentang pembuat makanan tradisional di Kebumen.

Kisahkan Petani Urut Sewu

Film URUT SEWU BERCERITA ini digarap oleh pelajar Kebumen pada saat mengikuti masa Prakerin di TBM Sangkanparan Cilacap pada Juli-September 2016. Film yang mengupas tentang arogansi TNI terhadap petani di pesisir pantai Urut Sewu ini melibatkan banyak narasumber. Salah satunya adalah mbak Rohani, perempuan yang sempat ditendang oleh TNI saat dirinya hamil 5 bulan ini menceritakan kisah yang terjadi. Sementara itu warga lain dan juga beberapa kepala desa juga turut menjadi narasumber dalam film ini, sehingga membuat film ini cukup bercerita tentang kisah kelam yang dialamai oleh warga di pesisir Urut Sewu.

Dewi Nur Aeni, selaku sutradara menyatakan keprihatinannya terhadap persoalan yang tak kunjung berakhir ini. Oleh sebab itu ia mencoba mengangkatnya menjadi sebuah film, agar masyarakat menjadi mengerti apa yang terjadi di Urut Sewu. “Persoalan perebutan tanah di Urut Sewu ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum ada titik terang. Warga selalu saja jadi korban. Tak hanya korban materiil tapi juga fisik, karena TNI melakukan kekerasan terhadap warga. ” ungkap gadis berkerudung yang bersekolah di SMKN1 Kebumen ini.

Sementara itu, Insan Indah Pribadi dari Sangkanparan Cilacap menjelaskan, film ini digarap oleh para pelajar Kebumen. Dari riset, pengambilan gambar, penyutradaraan sampai proses editing dilakukan oleh pelajar. Komunitas Sangkanparan hanya memfasilitasi dan mendampingi proses kreatif tersebut. Prestasi yang diraih para pelajar dalam event Festival tentu sangat membanggakan, karena film tersebut adalah karya pelajar, mereka berhak merayakan kemenangan mereka. Tapi sebenarnya yang terpenting adalah, bagaimana proses kreatif yang melibatkan banyak orang tersebut bisa berguna bagi masyarakatluas. “Saya berharap, film ini bisa berguna bagi masyarakat di seluruh Indonesia, dan pesan yang disampaikan oleh sutradara dapat tersampaikan, sehingga ada kepedulian bagi masyarakat diluar sana untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik. ” ungkap Insan Indah Pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s