Film Pelajar Majenang mendapat apresiasi di Kampus ISI Jogja

Defi Hikmawati dalam suasana Diskusi Kamisan di ISI Joga

Malam itu, Kamis 13 April 2017, sedikitnya 50 orang memadati ruang Audio Visual Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Malam itu tengah diadakan kegiatan bertajuk KAMIS SINEMA. Kegiatan reguler tersebut kali ini menghadirkan 4 film dokumenter. Diantaranya adalah Film berjudul Kerabat karya Wisnu Kusuma dari Kelompok Cerita Rumah Merah, film berjudul Jembatan Sibuk karya David Darmadi produksi Daily Room, Ingatan Visual, lalu film berjudul Petani terakhir karya Dwitra J Ariana produksi workshop Denpasar Film Festival, kemudian film berjudul ARANG BATHOK karya Defi Hikmawati, pelajar SMK Muhammadiyah Majenang. Ke 4 film tersebut diputar dalam acara bertajuk Kamis Sinema yang mengambil tema Menengok FFD.

Dalam kesempatan kali ini, Defi Hikmawati bersama krunya hadir dalam sesi pemutaran tersebut. Kehadiran Defi dan teman-temanya mendapatkan support dari sekolah. Sekolah memberikan support transportasi dan akomodasi, sementara pendampingan pelajar sampai di lokasi tersebut didampingi oleh Tofik Suseno dari Sangkanparan Cilacap. Defi Hikmawati yang berstatus pelajar SMK Muhammadiyah Majenang ini tentu saja mengundang decak kagum para penonton yang hadir pada malam itu. Ya pelajar yang memfilmkan kisah petani Arang Bathok ini mendapat kesempatan mempresentasikan dan mendiskusikan filmnya dihadapan para mahasiswa di Jogja. Meski sedikit grogi, namun Defi mampu menjawab dengan baik beberapa pertanyaan yang dilontarkan para mahasiswa yang hadir pada malam itu. “Saya sedikit grogi, karena ini pengalaman pertama saya berbicara didepan mahasiswa-mahasiswa. Apalagi pertanyaannya kritis-kritis. Mulai dari mempertanyakan dampak lingkungan, kebutuhan ekonomi, sampai kepedulian pemerintah daerah.” Ungkap gadis cantik yang tinggal di kecamatan Kedungreja kabupaten Cilacap ini.

Film Arang Bathok sempat menjadi Nominator dalam gelaran Festival Film Dokumenter (FFD) Jogja 2016. Film ini mengkisahkan pembuat Arang Bathok di daerah Kedungreja Cilacap. Aktifitas para pembuat Arang bathok ini direkam oleh Defi dan kawan-kawan kemudian dikemas menjadi film dokumenter yang apik. Proses pembuatan film ini digarap pada masa Prakerin di TBM Sangkanparan pada tahun 2016. Insan Indah Pribadi selaku fasilitator dan pendamping produksi dari Sangkanparan Cilacap menyatakan, kegiatan memutar film ini secara stimulan dan berkelanjutan dilakukan oleh beberapa komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya film Arang Bathok yang diputar di Jogja, tapi ada juga film berjudul WELIT garapan pelajar SMK N1 Kawunganten Filial Kampung Laut yang juga diputar di Cirebon oleh komunitas Cinema Cirebon. “Film-film karya pelajar Cilacap cukup mendapat apresiasi baik di beberapa daerah di Indonesia, karena memiliki konten yang menarik. Selain mengangkat tentang daerah, film-film karya pelajar Cilacap juga banyak mendapat penghargaan di berbagai ajang Festival Film di Indonesia.” Ujar Insan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s