3 Mahasiswa IKJ berbagi Keilmuan di Sangkanparan Cilacap

Mahasiswa IKJ sedang berbagi di Sangkanparan
Mahasiswa IKJ sedang berbagi di Sangkanparan

Kamis  9 Februari 2017 sore, halaman Sangkanparan masih penuh dengan 20 pelajar yang berasal dari SMK Dr. Soetomo Cilacap, SMK Muhhamadiyah Majenang, SMK Darrunajah Banjarnegara dan SMKN1 Gombong. Mereka kini tengah memperhatikan materi yang selanjutnya dibagikan pada hari itu. Ya materi tentang Sinematografi dan Penyutradaraan. Materi Sinematografi disampaikan oleh Almaz Nurfajri dan Arif Budiono sementara materi Penyutradaraan disampaikan oleh Nur Hidayatul Fitria. Ketiganya adalah mahasiswa IKJ yang baru saja naik ke semester 2 dan mengisi aktifitas liburanya dengan berbagi keilmuan di TBM Sangkanparan.

Dalam materi Sinematografi Almaz Nurfajri dan Arif Budiono berbagi tentang tekhnik pengambilan gambar serta cara penggunaan kamera. Keduanya berbagi dihadapan para pelajar yang tengah mengikuti prakerin di Sangkanparan. Para pelajar sore itu terlihat antusias mencoba praktek langsung mengoperasikan kamera. Seperti halnya Fitri Ardiningsih siswi SMKN1 Gombong yang ingin mencoba belajar langsung mengoperasikan kamera. Hal ini tentu menjadi pengalaman pertama baginya, lantaran disekolahnya dirinya tak memiliki kesempatan memegang kamera lama apalagi mengoperasikannya untuk belajar mengambil gambar. “Ini kesempatan saya belajar mengoperasikan kamera. Biar bisa saya pengen mencoba memegang langsung.” Ungkap siswi yang saat ini masih duduk dibangku XI SMKN1 Gombong.

Sementara itu, Pada malam harinya materi di Sangkanparan masih berlangsung. Yaitu Penyutradaraan. Sebagai pengisi materi adalah Nur Hidayatul Fitria. Pelajar lulusan SMK Muhammadiyah Majenang yang saat ini tengah menempuh kuliah di FFTV IKJ ini menyempatkan hadir dalam sesi berbagi keilmuan di TBM Sangkanparan. Dirinya berbagi tentang tugas-tugas sutradara dan cerita-cerita pengalaman dibalik produksi film yang telah ia lalui selama ini. “Sebagai sutradara harus bisa berkordinasi dengan timnya dan juga harus tegas.” Ungkapnya. Baginya sutradara yang baik itu adalah sutradara yang mempu mengkomunikasikan kebutuhan dalam film kepada para kru dan pemainya. Tak hanya mampu berkomunikasi dengan baik tapi juga tegas. Selain itu Fitri sapaan akrab dari Nur Hidayatul Fitria, juga menyampaikan beberapa tugas yang dilakukan sutradara seperti membuat Breakdown Skenario serta mengatur pemain.

Beberapa pertanyaan muncul dari para pelajar malam itu. Mulai dari mempertanyakan tekhnik menyutradarai yang baik serta bagaimana cara menyutradarai pemain yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal inipun menjadi focus bagi Nur Hidayatul Fitria dalam proses studinya di FFTV IKJ sebagai seorang sutradara muda yang mulai meniti karirnya. Film dokumenter berjudul Korban Bendung Manganti karya Nur Hidayatul Fitria yang diganjar banyak penghargaan pada beberapa festival film di tanah air ini menghantarkanya pada kampus film ternama di ibukota Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Saat ini dirinya tengah menyelesaikan film pendeknya berjudul PONGKOR. Rencanyanya film ini akan mengisi ruang-ruang festival dan komunitas film di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s