PONGKOR Kisahkan penderitaan warga Tarisi

Suasana Produksi Film Pongkor
Suasana Produksi Film Pongkor

Nur Hidyatul Fitria, yang beberapa tahun lalu mengukir prestasi melaui karya film documenter berjudul Korban Bendung Manganti dan mendapat beberapa penghargaan di ajang festival film, kini tengah disibukan dengan karya barunya. Jika sebelumnya Nur membuat film dokumenter, kini dirinya menggarap sebuah film fiksi berjudul Pongkor. Tak jauh dari film sebelumnya yang mengangkat kisah tentang warga Tarisi, Wanareja Cilacap yang menjadi korban terhadap berdirinya Bendungan Manganti, film Pongkor juga mengkisahkan satu keluarga yang kehilangan lahan pekerjaanya karna sawahnya selalu tergenang air. Dikisahkan Arni seorang anak SD  yang selalu melakukan aktifitas yang tak dilakukan oleh anak-anak seusianya, yaitu menguras air rawa. Arni berharap air yang menggenang di sawah milik orang tuanya itu bisa habis dengan cara dikuras. Dengan demikian orang tuanya bisa kembali punya sawah dan tidak kelaparan. Sejak Bendungan Manganti dibangun, banyak sawah di desa Tarisi yang tergenang air dan akhirnya banyak pula warga yang kehilangan pekerjaanya sebagai petani. Ayah Arni yang tidak bisa lagi menggarap sawahnya, terpaksa harus menjadi penderes pohon kelapa demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun nasib berkata lain, air nira yang diambil kadang tidak dapat dijadikan gula aren dan cenderung gagal. Penderitaan yang dirasakan oleh Arni dan keluarga tak berhenti disini. Ditengah upaya Arni menguras air di sawah yang kini menjadi rawa, Ayah terjatuh dari pohon kelapa dan akhirnya meninggal.

foto-produksi-pongkor-2Film yang di produksi sejak tanggal 22-24 Desember 2016 di desa Tarisi, Waneja Cilacap ini melibatkan talent local. Prana Ramadania pelajar kelas 3 SD Pius Cilacap yang berperan sebagai Arni. Peran ibu diperankan oleh Karsinah warga Mertasinga. Sementara peran ayah diperankan oleh waga Tarisi, Herman. Selama proses syuting berlangsung, Prana didampingi oleh ayahnya Insan Indah Pribadi. Film ini diproduksi oleh Vicitime Films sebagai rumah produksi yang memayungi kretor-kretor muda berbakat di bidang film.

Melalui film fiksi berjudul Pongkor ini, Nur Hidayatul Fitria selaku sutradara  ingin memberi pesan kepada remaja sebayanya agar berpikiran kritis terhadap persoalan yg terjadi di desa. Karena sekarng ini banyak remaja di desanya yang tidak lagi peduli dengan kondisi sawah yang selalu tergenng air sehingga tidak dpt dimanfatkan lagi. “Semoga melalui film ini, masyarakat diseluruh Indonesia bisa mengerti kondisi memprihatinkan yang terjadi di desa Tarisi. Karena banyak warga yang tak dapat mengolah sawahnya yang selalu tergenang air.” Ungkap Nur yang saat ini menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s