MAN Adakan Workshop Film

MAN Cilacap, mengadakan Workshop atau pelatihan Sinematografi sejak Senin 14 November 2016 hingga Rabu 16 November 2016. Kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya 50 siswa-siswi dari kelas X dan XI dari berbagai jurusan ini diprakarsai oleh seorang guru seni Bpk. Sujarwo, SPd. Kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan tahun sebelumnya , dan hasilnya pelajar MAN Cilacap banyak menorehkan prestasi dalam bidang film. Tahun 2016 ini pelajar MAN mendapatkan penghargaan film dalam FLS2N dan lomba film yang diselenggarakan oleh IAIIG Cilacap. Itulah mengapa kegiatan ini tidak boleh berhenti, karena harus memotivasi pelajar-pelajar yang lain agar tetap memiliki semangat berkarya. “Kegiatan pelatihan yang dilakukan saat ini adalah untuk memotivasi pelajar MAN Cilacap agar kedepannya tetap memiliki semangat berkarya melalui jalur film” ujar guru yang seringkali mendampingi siswanya dalam segala perlombaan.

Dalam pelatihan Sinematografi ini MAN Cilacap menghadirkan Insan Indah Pribadi dan Teguh Rusmadi dari komunitas Sangkanparan. Komunitas Sangkanparan ini memang telah banyak berkontribusi melalui kegiatan pelatihan film pendek di sekolah-sekolah dan beberapa tempat di Jawa Tengah.  Di hari pertama Insan menyampaikan teori tentang bagaimana langkah-langkah membuat film dengan sederhana, lalu ia juga memutarkan film-film karya pelajar didikan Sangkanparan yang telah mendapatkan beberapa penghargaan dalam ajang Festival Film di tanah air. Lalu hari kedua dirinya menyampaikan teori ccara mengemas ide cerita menjadi bentuk skenario. Dan di hari ketiga produksi film bersama serta editing.

Dalam pelatihan ini, dihasilkan sedikitnya 7 film. Semuanya bertema sekolah dan pendidikan. Ada yang bercerita tentang anak yang malas belajar, suka mencontek, ada pula yang menceritakan tentang kenakalan remaja.  Dwitya Ali Novitra Santoso, salah satu siswa kelas XI menyatakan kebahagiaanya bisa ikut kembali dalam kegiatan pelatihan Sinematografi, pasalnya dia sudah memiliki ide cerita yang sudah ingin diwujudkan menjadi sebuah film. Ide yang dia miliki tentang seorang pelajar yang kecanduan game. Karena tidak pernah belajar dan kecanduan game, maka anak in sering kali mendapat nilai jelek dan ditegur oleh gurunya. “ini sebagai kritikan kepada teman-teman saya yang suka sekali ngegame apalagi saat pelajaran. Padahal hal seperti ini kan tidak baik dan bisa merugikan diri sendiri.” Ujar siswa yang pernah menjuarai Festival Film dan Fotografi IAIIG beberapa waktu lalu.

Sementara Sujarwo, SPd menjelaskan kegiatan ini sepenuhnya di fasilitasi oleh MAN Cilacap. Para pelajar yang mengikuti kegiatan ini sama sekali tidak ditarik biaya, alias gratis. Justru sekolah memfasilitasi seluruh kegiatan ini, mulai dari pelatihan, peralatan sampai pada proses editing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s