Pengalaman Pertamaku (catatan Yuni Etifah)

            

berpose bersama di acara FFPJ 2013
BebiPro berpose bersama di acara FFPJ 2013

Film Kampung tudung adalah karya pertamaku. Sebelumnya tidak pernah terbesit difikiranku, aku bisa belajar membuat film. Sebenarnya aku buta akan dunia film, dan di Sangkanparanlah aku mengenal dan belajar membuat film. Saat aku mengetahui film “Kampung Tudung” masuk final di Festival Film Pelajar dan Festival Film Dokumenter Jogja, rasanya senang dan bersyukur banget. Engga nyangka kalau bisa masuk final dan bersaing dengan film dari daerah lain di Indonesia.

            Tanggal 11 Desember tepatnya hari Rabu aku pergi ke Jogja untuk menghadiri pemutaran film di Amphitheater Taman Budaya Jogjakarta. Bersama seorang taman Lia Budi Cahyani dihantar oleh pak Guru mengendarai mobil sekolah. Disana aku berbicara sedikit tentang film Kampung Tudung, dan Alhamdulillah banyak yang suka dengan film Kampung Tudung. Sebenarnya disekolah sedang ada Ujian Akhir Semester (UAS), tapi tetap semangat untuk datang ke FFD Jogja. Malam harinya aku dan temanku segera kembali ke sekolah untuk mengikuti UAS kembali.

            Hari Senin, 13 Desember aku pergi ke Jogja lagi untuk mengikuti acara FFD dan FFPJ. Sebelum menghadiri malam penganugrahan di FFD, aku mengikuti berbagai kegiatan di FFPJ. Disana aku dan teman-teman mengikuti berbagai kelas seperti kelas HAKI dan musik, media interaktif, juga nonton film dari semua finalis FFPJ 2013. Rasanya senang bisa bertemu dengan berbagai komunitas film dari berbagai kota dan propinsi di Indonesia. Bertemu teman-teman baru, mendapat cerita-cerita baru dan pengalaman baru.

            Sore harinya aku minta izin ke panitia FFPJ untuk menghadiri malam penganugrahan FFD 2013. Sekitar jam 7 lebih acaranya dimulai, mulai saat itu aku sudah merasa deg-degan dan nggak karuan rasanya. Tiba saatnya nominasi dibacakan…..Ohh bersyukur banget Film Kampung Tudung dinobatkan sebagai film dokumenter terbaik kategori pelajar. Rasanya benar-benar ngga nyangka dan ngga percaya.

            Keesokan harinya aku kembali mengikuti kegiatan FFPJ kelas penulisan kreatif dan malam Apresiasi seni. Saat tiba waktu pembacaan penghargaan film dokumenter, aku tidak menyangka film Kampung Tudung mendapat penghargaan khusus dewan juri. Aku hanya bisa bersyukur atas pemberian Tuhan. Semua ini adalah hasil kerja keras team, tanpa teman-teman semuanya, film Kampung Tudung tidak akan seperti ini. Mengikuti festival adalah pengalaman baru dan pengalaman yang tidak pernah bisa aku lupakan.

            Sebenarnya menang itu bukan tujuan utama, yang terpenting adalah film kampung tudung bisa menyampaikan cerita tentang desaku tercinta kepada penonton. Aku senang ketika mereka tahu tentang kehidupan masyarakat desa Grujugan. Semoga aku dan teman-teman bisa terus belajar dan berkarya. Terimakasih untuk Sangkanparan terutama Babeh Insan Indah Pribadi, Enyak Dewi kusumawati, dan Bang Teguh Rusmadi yang telah membawaku dalam kesesatan yang benar. Terimakasih untuk biyungku yang selalu mendukung dan mendo’akan aku. Semoga Bebipro terus mempunyai semangat yang tinggi untuk berkarya.

Yuni Etifah

           

           

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s