Gula Gemblung : Gula Gagal Produksi

Catatan Produksi #3 Film Dokumenter Prakerin 2013, SMK N1 Kebumen

Teguh Rusmadi mendampingi Produksi
Teguh Rusmadi mendampingi Produksi

Produksi Film tentang Lurah yang pandai bermain Sulap telah terlaksana dengan baik. Selasa 13 Agustus 2013 tepatnya Bakda Asar, kami harus bergegas menuju ke ujung Kota Kebumen yang berbatasan dengan Cilacap. Ya, menyusuri jalan yang saat itu masih macet dengan arus balik para pemudik, membuat kami sedikit kelelahan hingga harus beristirahat di sebuah kedai untuk sekedar mencicipi Legen sebuah minuman dari air kelapa. Usai istirahat kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Ayah. Di sini, lagi-lagi kami di hantarkan pada sebuah desa diatas perbukitan. Fita Fatimatul Kirom, gadis cantik berkulit putih ini membawa kami menuju kediamannya untuk memfilmkan proses pembuatan Gula Jawa di desanya. Dan keluarga Fita adalah salah satu Petani Gula Jawa di desa itu.

Perjalanan menanjak keatas bukit disambut langit yang menjadi cepat sekali gelap, berteman suara adzan dari berbagai penjuru. Hingga Teguh Rusmadi sempat menghentikan laju motornya karna kaget dengan medan tinggi yang ia lalui. Beruntung akhirnya kami semua sampai di rumah Petani Gula Jawa yang terbilang sangat ramah di dusun Pesawahan, Kalipoh Kebumen.

Malam disini terasa hampir sama di malam sebelumnya. Hanya saja dinginnya tidak begitu menusuk sampai ketulang. Usai kami makan bersama, Fita segera mengajak crew yang telah ia bentuk untuk breafing, mempersiapkan shooting di hari esok.

Shooting di desa ini lumayan panjang. Karna memakan waktu 2 hari (14 -15 Agustus 2013) untuk merekam segala aktifitas Produksi Gula Jawa. Film ini memang hendak bertutur tentang proses pembuatan Gula Jawa di desa Kalipoh. Selain proses pembuatan dan pendistribusiannya, Fita juga handak menyampaikan keluh kesah para Petani Gula jawa terhadap proses penjualannya.

Medan perbukitan serta pemandangan yang begitu asri membuat kameramen menjadi banyak sekali melakukan eksplorasi demi mendapatkan gambar-gambar yang indah. Tak heran jika pada produksi kali ini banyak sekali tekhnik One Shoot Cinema yang dipraktekan dalam prosesn Pengambilan gambar.

CIMG5191Ya tekhnik One Shoot Cinema merupakan proses pengambilan gambar tanpa Cut. Sehingga segala aktivitas yang dilakukan subyek dapat terekam secara detail tanpa memotong adegan riil yang ada.

Dari produksi 1 sampai yang ke 3 ini para siswa SMK N1 Kebumen yang tengah mempelajari produksi Film Dokumenter telah mendapat banyak sekali pelajaran berharga. Selain belajar managemen produksi, mereka juga belajar proses penyutradaraan serta belajar hal-hal tekhnis dalam proses penciptaan gambar yang indah.

Hari-hari berlalu. Rupanya cuaca mulai tidak bersahabat. Disini mulai ditemukan kendala. Sejatinya tim hendak mengabadikan Sunset di desa ini, namun langit mendung dan hujan deras mengguyur desa ini hingga malam. Mau tidak mau, gambar Sunset yang sebelumnya telah direncanakan masuk di dalam skenario jadi tidak bisa didapatkan di desa ini. Yah, shooting Sunset Gagal..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s