Menyulap Kelapa Gabuk Jadi Kepala Orang Hutan

Setelah sehari sebelumnya 18 siswa peserta Prakerin TBM Sangkanparan dikenalkan dengan Nirmana Dwi Matra, kini mereka mulai masuk pada tahapan mengenal Nirmana Tri Matra. Hari ini, Kamis, 12 Januari 2012, para peserta program Prakerin di TBM Sangkanparan ditugaskan membuat kerajinan tangan 3 Dimensi. Mereka ditugaskan membawa buah kelapa “gabuk”. Buah kelapa yang tidak jadi, atau gagal menjadi kelapa. Untuk kemudian diolah menjadi bentuk kepala.

Pada kesempatan kali ini, Sangkanparan mengundang seorang perupa, yang namanya sudah dikenal di dunia instalasi seni rupa yaitu Nur Eri atau yang akrab dipanggil Henung. Kepiawaiannya menyulap benda-benda yang dianggap sampah menjadi benda bernilai seni menjadikan insiprasi seumur hidup bagi 18 siswa peserta program Prakerin TBM Sangkanparan.

Mereka memahami dengan seksama cara Henung mengolah buah kelapa menjadi bentuk kepala. Bentuk yang ia contohkan kepada para siswa adalah bentuk Kepala Orang Hutan. Dan para siswapun akhirnya mencoba mempraktekan mengolah buah kelapa tersebut menjadi wujud kepala orang hutan.

Dengan berbekal peralatan sederhana, pensil, kater, dan palu mereka berhasil membuat kepala orang hutan dari bahan dasar buah kelapa.

Bagi Henung, kesempatan berbagi ilmu seperti ini sangat ia nanti-nantikan. Ini bukan hanya memberikan contoh kepada para siswa, namun juga bekal keterampilan bagi mereka. Minimal mereka mempunyai bekal, dan skil yang bisa dibanggakan suatu saat nanti.

Selain itu Henung juga berbagi cerita tentang Kisah Orang Hutan yang banyak diburu dan dibantai besar-besaran dan pada akhirnya kepalanya dipakai untuk hiasan dinding/bingkisan. Ia mengkaitkan kegiatan pada hari ini dengan pembasmian orang hutan besar-besaran. “Andai mereka tahu, bahwa disini kita bisa mengolah buah kelapa menjadi bentuk kepala orang hutan, monyet atau sejenisnya, maka tidak perlu ada perburuan orang hutan lagi, sehingga populasinya tetap terjaga sampai saat ini.” Ungkap Henung serius, sambil diikuti anggukan paham dari beberapa siswa yang merasa miris terhadap kisah memilukan ini.

Pengenalan Nirmana pada program Prakerin TBM Sangkanparan ini merupakan dasar-dasar desain grafis. Ini merupakan sebuah proses panjang yang berurutan. Jika dasarnya mereka tidak paham maka alangkah baiknya jangan dipaksa untuk langsung paham akan desain grafis pada komputerisasi. Disini akan terlihat dengan jelas, siapa-siapa saja yang akan berhasil menuju jenjang selanjutnya. “Keliatan kok..kalo cara menggambarnya rapi, komposisi warnanya tepat, sudah pasti ia bisa memahami permainan desain grafis, animasi 2 Dimensi pada komputer. Begitu juga jika ingin bisa pintar animasi 3 Dimensi, ia harus memahami dahulu manualnya melalui tekhnik Nirmana Tri matra.” Ungkap Insan Indah Pribadi pengelola komunitas Sangkanparan Cilacap.

Program Prakerin TBM Sangkanparan ini akan melibatkan beberapa pegiat kesenian dari berbagai daerah. Seperti halnya Daryono Yunani & Henung (Cilacap), Bowo Leksono (Sutradara asal Purbalingga), Ahsan Andrian (Editor Layar Lebar – Jakarta ), Ismail Basbeth ( Sutradara Jogja), dan masih banyak nama yang akan turut meramaikan Prakerin TBM Sangkanparan 2012 ini.

 

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s